Archive

Archive for the ‘Bab Perintah Tidak Berbuat Aniaya’ Category

Perintah Tidak Berbuat Aniaya

Oktober 30, 2010 Tinggalkan komentar

1. Dari Jabir ra., ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Takutlah kalian pada kezaliman karena kezaliman itu merupakan kegelapan pada hari kiamat, dan takutlah kamu pada kekikiran sebab orang-orang sebelum kalian binasa karena kekikiran, dan hal itulah yang menyebabkan mereka mengadakan pertumpahan darah dan menghalalkan yang haram.” (HR.Muslim)

2. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya kalian pada hari kiamat diperintahkan untuk mengembalikan semua hak yang diambil kepada yang berhak, sehingga kambing yang tidak bertanduk karena ditanduk yang lain, diberi hak untuk membalas kepada kambing yang bertanduk.” (HR.Muslim)

3. Dari Ibnu Umar ra., ia berkata : “Ketika kami memperbincangkan haji Wada’, Nabi SAW berada di antara kami. Kam i belum tahu apakah sebenarnya haji Wada’ itu. Tiba-tiba Rasulullah SAW memuji dan menyanjung Allah serta menceritakan tentang Al-Masih Dajjal, sambil memperpanjang ceritanya, beliau bersabda : “Tidak ada seorang Nabi pun yang diutus Allah melainkan ia memperingatkan umatnya. Nabi Nuh telah memperingatkan umatnya, demikian pula dengan Nabi sesudahnya. Ketika Dajjal keluar di tengah- tengah kalian, maka apapun sifat yang disembunyikannya, niscaya terungkap bagi kalian. Sesungguhnya Tuhanmu tidaklah buta mata sebelah, tetapi Dajjal matanya buta sebelah kanan, seperti buah anggur. Ingatlah, sesungguhnya Allah telah mengharamkan darah dan hartamu sebagaimana haramnya hari ini, di negeri ini, dan di bulan ini. Ingatlah, bukankah aku telah menyampaikannya ?” Para sahabat menjawab : “Ya.” Kemudian Nabi berdoa : “Ya Allah saksikanlah, Ya Allah saksikanlah, Ya Allah saksikanlah! Berhati-hatilah dan ingatlah, jangan kalian kembali kafir sepeninggalku, ketika salah seorang di antara kalian membunuh yang lain!” (HR.Bukhari)

4. Dari Aisyah ra., ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Siapa saja yang mengambil hak orang lain walaupun hanya sejengkal tanah, maka akan dikalungkan kepadanya tujuh lapis bumi.” (HR.Bukhari dan Muslim)

5. Dari Abu Musa ra., ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah memberi kebebasan kepada orang yang berlaku aniaya, tetapi apabila datang siksaan-Nya, maka ia tidak akan dapat menghindarinya, kemudian beliau membaca ayat : “WAKADZAALIKA AKHDZU RABBIKA IDZAA AKHADZAL QURAA WAHIYA DZAALIMATUN INNA AKHDZAHUU ALIIMUN SYADIID” (Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu sangat pedih lagi keras).” (HR.Bukhari dan Muslim)

6. Dari Mu’adz ra., ia berkata : Rasulullah SAW mengutus saya sebagai gubernur Yaman. Beliau berpesan : “Sesungguhnya kamu akan menghadapi kaum ahli kitab, ajaklah mereka untuk bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya aku adalah utusan Allah. Apabila mereka mematuhi ajakanmu, beri tahukan kepada mereka, bahwa Allah mewajibkan untuk mereka mengerjakan salat lima kali sehari semalam. Apabila mereka telah mematuhinya (memenuhinya), maka beritahukan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan untuk mereka menunaikan sedekah yang diambil dari orang-orang kaya dan diberikan kepada orang- orang fakir miskin. Apabila mereka telah mematuhinya, maka lindungilah kehormatan dan harta bendanya. Takutlah kam u terhadap doa orang yang teraniaya karena tidak ada tirai yang menghalangi antara doanya dengan Allah.” (HR.Bukhari dan Muslim)

7. Dari Abu Humaid Abdurrahman bin Sa’ad As-Sa’idiy ra., ia berkata : “Rasulullah SAW menugaskan seseorang dari suku Azdi yang bernama Ibnu Al-Lutbiyyah untuk mengumpulkan sedekah, tatkala orang itu datang kepada beliau, ia berkata : “Ini untuk engkau, dan ini hadiah untuk saya.” Rasulullah SAW kemudian berdiri di atas mimbar, dan membuka khutbahnya dengan menyanjung Allah SWT., sambil melanjutkan khutbahnya : “Sesungguhnya aku telah menugaskan seseorang di antara kalian, tugas itu diberikan Allah kepadaku, kemudian ia datang dan berkata : “Ini untuk engkau dan ini hadiah untuk saya.” Andaikata ia memang benar, mengapa ia tidak duduk saja di rumah ayah dan ibunya, sehingga hadiah itu diberikan padanya. Demi Allah, siapa saja di antara kalian yang mengambil sesuatu yang bukan haknya niscaya di hari kiamat ia menghadap Allah sambil memikul yang diambilnya di dunia. Demi Allah, saya tidak ingin melihat seorang pun di antara kalian menghadap- Nya dengan memikul unta, lembu, atau kambing yang mengembik.” Kemudian beliau menengadahkan kedua tangannya hingga terlihat putih ketiak beliau, seraya bersabda : “Ya Allah, bukankah aku telah menyampaikannya ?“ (HR.Bukhari dan Muslim)

8. Dari Abu Hurairah ra., dari Nabi SAW, beliau bersabda : “Siapa saja yang pernah menganiaya saudaranya, baik kehormatannya maupun sesuatu yang lain, hendaklah ia minta maaf Semarang juga sebelum datang saatnya dinar dan dirham tidak berguna. Jika tidak, apabila ia mempunyai amal saleh, maka amalnya akan diam bil sesuai dengan kadar penganiayaan, namun apabila ia tidak mempunyai amal kebaikan, maka kejahatan orang yang dianiaya itu diambil dan dibebankan kepadanya.” (HR. Bukhari)

9. Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash ra., dari Nabi SAW, beliau bersabda : “Orang Islam adalah orang yang menjaga umat Islam lainnya selamat dari lisannya dan tangannya. Dan orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa saja yang dilarang Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

10. Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-Ash ra., ia berkata : “Kirkirah adalah orang yang menjaga perbekalan Nabi SAW Ketika ia meninggal dunia. Rasulullah SAW bersabda : “Tempatnya di dalam neraka.” Para sahabat kemudian menyelidiki sebab musabab ia masuk neraka, kemudian mereka menemukan sebabnya, bahwa ia pernah menyembunyikan mantel hasil ram pasan perang.” (HR. Bukhari)

11. Dari Abu Bakrah Nufa’i bin Al-Harits ra., dari Nabi SAW, beliau bersabda : “Sesungguhnya masa itu berputar, sebagaimana ketika Allah menjadikan langit dan bumi. Setahun, dua belas bulan. Empat bulan di antaranya adalah bulan mulia, yang tiga berturut-turut, yaitu : “Dzulqo’dah, Dzul hijjah dan Muharram, serta bulan Rajab, di antara Jumadil Akhir dan Sya’ban. Kemudian Nabi bertanya : “Bulan apakah ini ?” Kami menjawab : “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Beliau diam, sehingga kami menyangka, akan diganti dengan yang lain. Beliau bersabda : “Bukankah ini bulan Dzul hijjah ?” Kami menjawab : “Benar.” Beliau bertanya lagi: “Negeri apakah ini ?” Kami menjawab : “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Beliau diam , sehingga kami menyangka, akan diganti dengan nama yang lain. Beliau bersabda: “Bukankah ini tanah Haram?” Kami menjawab: “Benar.” Beliau bertanya lagi: “Hari apakah ini ?” Kam i menjawab : “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Beliau diam, sehingga kami menyangka, kalau-kalau akan diganti dengan nama yang lain. Kemudian beliau bersabda: “Bukankah ini hari Nahr ?” Kami menjawab : “Benar.” Beliau lantas bersabda: “Sesungguhnya darah, harta dan kehormatanmu adalah mulia, sebagaimana mulianya hari, negeri dan bulanmu ini. Kamu semua akan bertemu dengan Tuhanmu dan Dia akan m empertanyakan tentang segala amal perbuatanmu. Ingatlah, jangan sampai kamu berbalik menjadi kafir sepeninggalku, di mana salah seorang di antara kalian membunuh yang lain. Ingatlah, hendaklah yang hadir ini menyampaikan kepada yang tidak hadir, mungkin saja orang yang diberi tahu itu lebih taat dari orang yang langsung mendengarnya.” Kemudian beliau bersabda : “Ingatlah, bukankah aku telah menyampaikannya ?” Kami menjawab : “Ya.” Beliau bersabda : “Ya Allah, saksikanlah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

12. Dari Abu Umamah Iyas bin Tsa’labah Al-Haritsiy ra., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda : “Siapa saja yang merampas hak seorang muslim dengan sumpahnya, maka Allah benar-benar mewajibkan neraka baginya dan diharamkan surga untuknya.” Setelah seorang sahabat bertanya : “Walaupun yang dirampas itu sesuatu yang amat sedikit wahai Rasulullah ?” Beliau menjawab : “Walau sekecil batang kayu arok.” (HR. Muslim)

13. Dari ‘Adiy bin ‘Amirah ra., ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Siapa saja yang kami serahi tugas, lalu ia menyembunyikannya walaupun sekecil jarum atau lebih kecil dengan maksud untuk mengambilnya, kelak di hari kiamat ia datang dengan membawa apa yang disembunyikannya.” Berdirilah seorang kulit hitam dari sahabat Anshar, yang seakan-akan saya pernah melihatnya, ia kemudian berkata : “Wahai Rasulullah, terimalah kembali tugas yang telah engkau serahkan kepada saya.” Beliau bertanya : “Mengapa demikian ?” Ia menjawab : “Karena saya mendengar engkau bersabda begini dan begitu.” Beliau bersabda : “Sekarang saya tegaskan siapa saja yang saya serahi tugas, maka ia harus melaksanakannya, baik mendapatkan hasilnya sedikit maupun banyak. Dan apa saja yang diberikan kepada dirinya, maka ia boleh mengambilnya dan apa yang dilarang untuk dirinya, maka janganlah ia mengambilnya.” (HR. Muslim)

14. Dari Umar bin Khaththab ra., ia berkata : “Ketika perang Khaibar selesai, beberapa sahabat Nabi SAW pulang dan mereka menyebut-nyebut, bahwa si Fulan mati syahid, sampai akhirnya mereka bertemu dengan seseorang di jalan, mereka mengatakan: “Si Fulan mati syahid.” Kemudian Nabi SAW bersabda : “Tidak, saya telah melihatnya berada di neraka karena ia menyembunyikan kain mantel hasil rampasan perang yang belum dibagi.” (HR. Muslim)

15. Dari Abu Qatadah Al-Harits bin Rib’iy ra., dari Rasulullah SAW, waktu itu beliau berdiri di tengah-tengah para sahabat dan mengatakan, bahwa berjihad (berjuang) di jalan Allah dan beriman kepada Allah adalah paling utama amalnya. Kemudian seseorang berdiri dan bertanya : “Wahai Rasulullah, bagaimana kalau saya terbunuh di jalan Allah, apakah dosa-dosa saya terampuni ?” Rasulullah SAW menyatakan : “Ya, apabila kamu terbunuh di jalan Allah sedangkan kamu tabah, hanya mengharapkan pahala dari Allah, bersemangat dan pantang mundur.” Kemudian Rasulullah SAW bertanya : “Bagaimana pertanyaanmu tadi ?” Ia menjawab : “Bagaimana seandainya saya terbunuh di jalan Allah, apakah dosa-dosa saya terampuni ?” Maka Rasulullah SAW menjelaskan : “Ya, apabila kamu tabah, hanya mengharapkan pahala dari Allah, bersemangat dan pantang mundur, kecuali hutang. Sesungguhnya Jibril mengatakan yang demikian itu kepadaku.” (HR. Muslim)

16. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Tahukan kalian orang yang bangkrut?” Para sahabat menjawab: “Orang bangkrut adalah orang yang tidak punya uang dan tidak punya harta benda.” Beliau bersabda : “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa salat, puasa dan zakat, tetapi ia suka mencaci maki, menuduh, makan harta orang lain, menumpahkan darah, serta memukul orang lain. Kemudian pahalanya diberikan kepada orang yang dianiayanya. Jika kebaikannya sudah habis sedangkan kesalahan-kesalahannya belum terbayar, maka ia dilemparkan di tengah-tengah orang-orang yang pernah dianiayanya, yang akhirnya ia dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim)

17. Dari Ummu Salamah ra., ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya aku adalah manusia biasa sedangkan kalian mengadukan persoalan kepadaku. Mungkin salah seorang di antara kalian lebih pandai menjelaskan hujjah (argumentasi)nya daripada yang lain, kemudian saya putuskan baginya sesuai keterangan yang saya dengar. Maka, siapa saja yang telah aku menangkan dengan mengalahkan yang benar, itu berarti sama saja saya memberinya sepotong (bagian) api neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

18. Dari Ibnu Umar ra., ia berkata : “Rasulullah SAW bersabda : Orang mukm in senantiasa berada dalam kelapangan dalam agamanya, selama ia tidak menumpahkan darah yang haram.” (HR. Bukhari)

19. Dari Khaulah binti Tsamir Al-Anshariyah, ia adalah istri Hamzah ra., ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya orang yang menyalahgunakan harta Allah (baitul mal), di hari kiamat mereka dim asukkan neraka.” (HR. Muslim)