Arsip

Archive for the ‘Bab Memperbanyak Amal Kebajikan Utamanya Ketika Lanjut Usia’ Category

Memperbanyak Amal Kebajikan Utamanya Ketika Lanjut Usia

Oktober 30, 2010 Tinggalkan komentar

1. Dari Abu Hurairah ra., dari Nabi SAW, beliau bersabda : “Allah telah memberi kesempatan kepada seseorang yang dipanjangkan usianya sampai enam puluh tahun.” (HR.Bukhari)

2. Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata : “Umar mengajak aku ke sebuah diskusi yang diikuti orang-orang yang pernah mengikuti perang Badr, yang terdiri dari orang tua, seakan- akan saya disejajarkan dengan mereka, kemudian ada seseorang yang bertanya : “Kenapa pemuda ini dimasukkan dalam kelompok kita, padahal kita juga mempunyai anak yang sebaya dengannya ?” Umar menjawab : “Itu pendapat kalian ?” Pada suatu hari Umar memanggil saya dan saya datang bersama-sama dengan para sahabat, dan saya tahu bahwa Umar memanggil saya pada hari itu, adalah untuk menunjukkan kelebihan saya kepada mereka. Kemudian Umar berkata : “Apakah pendapat kalian terhadap firman Allah yang berbunyi : “IDZAA JAA-A NASHRULLAAHI WAL FATH ?” Salah seorang di antara mereka menjawab : “Kami diperintahkan untuk memuji dan memohon ampunan kepada Allah, apabila kita mendapat pertolongan dan kemenangan .” Para sahabat yang lain terdiam, kemudian Umar bertanya kepada saya : “Apakah pendapatmu juga seperti itu wahai Ibnu Abbas ?” Saya menjawab : “Tidak.” Umar bertanya lagi : “lalu bagaimana pendapatmu ?” Saya menjawab : “Allah memberitahu kepada Rasulullah SAW bahwa ayat itu merupakan isyarat dekatnya kewafatan beliau. Yaitu Allah berfirman : “IDZAA JAA-A NASHRULLAAHI WAL FATH” (Apabila telah datang pertolongan dan kemenangan dari Allah), itu adalah tanda dekatnya ajalmu wahai Muhammad, maka sucikanlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya karena Dialah Dzat Yang Maha Penerima Taubat .” Kemudian Umar ra. berkata : “saya tidak mengetahui kandungan ayat itu melebihi apa yang kamu katakan .” (HR.Bukhari)

3. Dari Aisyah ra., ia berkata : “Sesudah turun ayat : “IDZAA JAA-A NASHRULLAAHI WAL FATH .” dalam salatnya beliau membaca : “SUBHAANAKA RABBANA WABIHAMDIKA ALLAAHUMMAGHFIRLII “ (Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami, dengan memuji-Mu ya Allah, ampunilah saya).” (HR.Bukhari dan Muslim) Dalam riwayat Bukhari dan Muslim yang lain, Aisyah berkata : “Rasulullah SAW sebelum meninggal dunia memperbanyak bacaan : “SUBHANAKALLAHUMMA RABBANAA WABIHAMDIKA ALLAAHUMMAGHFIRLII”, di dalam rukuk dan sujudnya, untuk memenuhi perintah Al-Quran. Dikatakan dalam riwayat Muslim, Rasulullah sebelum meninggal memperbanyak bacaan : “SUBHANAKA WABIHAMDIKA ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIKA” (Maha Suci Engkau Ya Allah, saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu), kemudian Aisyah bertanya : “Ya Rasulullah, apakah pengertian dari bacaanmu ?” Beliau menjawab : “Saya diberi tanda tentang umatku, bila saya melihat tanda itu, maka saya membaca kalimat : “IDZAA JAA-A NASHRULLAAHI WAL FATH, sampai akhir surat.” Dalam riwayat Muslim yang lain disebutkan bahwa Rasulullah SAW senantiasa memperbanyak bacaan : SUBHANAAKALLAAHI WABIHAMDIHI ASTAGHFIRULLAAHA WA ATUUBU ILAIH.” Aisyah bertanya : “Wahai Rasulullah, mengapa engkau sekarang memperbanyak bacaan : SUBHANAAKALLAAHI WABIHAMDIHI ASTAGHFIRULLAAHA WA ATUUBU ILAIH ?” Beliau menjawab : “Tuhan telah memberi tahu bahwa bila saya melihat tanda tentang umatku, maka saya memperbanyak bacaan : SUBHANAAKALLAAHI WABIHAMDIHI ASTAGHFIRULLAAHA WA ATUUBU ILAIH., dan aku benar-benar telah melihat tanda itu, yaitu dengan turunnya surat yang artinya : “Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan yaitu dengan dibukanya kota Makkah, dan kamu melihat manusia itu , masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbilah dengan memuji Tuhanmu dan memohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima Taubat .”

4. Dari Anas ra., ia berkata : “Sesungguhnya Allah selalu menyambungkan wahyu kepada Rasulullah SAW, terutama menjelang kewafatan beliau, sampai saat-saat kewafatannya,beliau sering sekali menerima wahyu .” (HR.Bukhari dan Muslim)

5. Dari Jabir ra., ia berkata, Nabi SAW bersabda : “Setiap hamba itu akan dibangkitkan dari kuburnya sesuai dengan keadaannya ketika dia mati .” (HR.Muslim)

Iklan