Arsip

Archive for the ‘Bab Keutamaan orang Islam yang lemah dan fakir’ Category

Keutamaan orang Islam yang lemah dan fakir

November 2, 2010 Tinggalkan komentar

1. Dari Haritsah bin Wahab ra. Ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW Bersabda : “ Maukah kamu aku beritahu tentang penghuni Surga? Yaitu orang yang lemah dan diremehkan, tetapi kalau dia minta sesuatu kepada Allah, tentu dikabulkan. Dan maukah kamu aku beritahu tentang penghuni Neraka ? Yaitu setiap orang yang kasar, keras lagi sombong.” ( HR. Bukhari dan Muslim)

2. Dari Abul Abbas Sahl bin Sa`idiy ra., ia berkata :” Ada seorang laki-laki lewat di depan Nabi SAW, kemudian beliau bertanya kepada sahabat yang duduk di sampingnya :”Bagaimana pendapatmu tentang laki-laki yang baru lewat itu?” sahabat itu menjawab: “Orang itu golongan bangsawan, demi Allah orang itu sangat pantas diterima jika meminang, apabila ia meminta sesuatu untuk orang lain pasti berhasil.” Rasulullah SAW pun diam. Kemudian ada lagi yang lewat, lantas Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabatnya : “ Bagaimana pendapatmu tentang orang yang baru lewat itu?” Sahabat itu menjawab : “Wahai Rasulullah, orang itu dari golongan umat Islam yang fakir, apabila meminang pantasnya ia ditolak, apabila meminta sesuatu untuk orang lain pasti tidak akan berhasil, dan apabila berbicara tidak akan didengar.” Kemudian Rasulullah SAW Bersabda : “Orang ini lebih baik dari sepenuh bumi dibanding orang yang pertama lewat itu.” ( HR. Bukhari dan Muslim)

3. Dari Abu Sa`id Al-Khudriy ra. Dari Nabi SAW Beliau bersabda : “Kali tertentu surga dan neraka berdebat tentang siapa saja bagiannya. Neraka berkata : “Bagianku orang-orang yang sombong dan takabur. “Surga berkata : “Bagianku orang- orang yang lemah dan orang-orang miskin.” Kemudian Allah memberi keputusan kepada keduanya : “Wahai surga sesunggunya kamu adalah rahmat-Ku, dengan keberadaanmu Aku memberi rahmat kepada siapa saja yang Aku kehendaki. Dan kamu wahai neraka, sesungguhnya kamu adalah siksaan- Ku, dengan adanya kamu Aku menyiksa kepada siapa saja yang Aku kehendaki. Dan kamu berdua (surga dan neraka), Akulah yang menetukan isinya.” (HR.Muslim)

4. Dari Abu Hurairah ra., dari Rasulullah SAW, beliau bersabda : “Kelak pada hari kiamat akan datang seseorang yang berperawakan besar lagi gemuk tetapi di sisi Allah ia tidak bernilai walaupun seberat sayap nyamuk.” (HR.Bukhari dan Muslim)

5. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : “Ada seseorang perempuan berkulit hitam atau seorang pemuda yang biasa menyapu mesjid. Sudah beberapa hari Rasulullah SAW tidak melihatnya lagi. Kemudian beliau mempertanyakannya. Para sahabat menjawab, bahwa orang itu telah mati. Beliau bertanya : “Mengapa kalian tidak memberi tahu aku? “Seakan-akan para sahabat menganggap remeh pekerjaan orang yang biasa menyapu masjid itu.” Lalu beliau bersabda : “Tunjukkan kuburannya!” Para sahabat menunjukkan kuburnya, kemudian beliau salat untuknya dan bersabda. “Sesungguhnya kuburan ini dipenuhi kegelapan bagi penghuninya, tetapi Allah meneranginya lantaran salatku atas mereka.” (H.R Bukhari dan Muslim)

6. Dari Abu Hurairah ra. Ia berkata: Nabi SAW Bersabda : “Banyak orang yang kusut dan berdebu, bahkan tertolak dari semua pintu, tetapi apabila ia bersungguh-sungguh minta kepada Allah, niscaya Dia akan menerimanya.” (H.R Muslim)

7. Dari Usamah ra., Nabi SAW Beliau bersabda : “ Aku berdiri di pintu surga, sedangkan yang aku lihat masuk ke dalamnya kebanyakan orang-orang miskin, sedangkan orang-orang kaya itu masih tertahan oleh perhitungan kekayaannya. Orang-orang yang ahli neraka telah diperintah masuk neraka. Dan berdiri dipintu neraka, ternyata kebanyakan yang masuk ke dalamnya adalah perempuan. (H.R Bukhari dan Muslim)

8. Dari Abu Hurairah ra. Dari Nabi SAW Beliau bersabda : “Hanya tiga orang yang dapat berbicara ketika masih bayi. Pertama, Isa putra Maryam. Kedua, anak yang membebaskan Juraij. Juraij adalah seorang laki-laki yang rajin beribadah dan ia membuat biara (untuk tempat peribadatannya), dia selalu berada di dalamnya. Kali tertentu ibunya datang memanggil : “Hai Juraij “ sedangkan ia mengerjakan Salat. Dan ia berkata dalam hatinya ”Tuhanku, ibuku memanggilku tetapi aku sedang salat” ia menyelesaikan salatnya. Keesokan harinya ibunya pun mendatangi dan memanggilnya lagi :”Hai Juraij,” namun ia sedang salat dan iapun berkata dalam hati: “Tuhanku, ibuku memanggilku tetapi saya baru salat.” Ia pun menyelesaikan salatnya. Karena kesal, ibunya berdo`a: “Ya Allah, janganlah engkau mematikan Juraij sebelum ia mempunyai masalah dengan pelacur.” Juraij adalah salah seorang Bani Israil yang terkenal tekun beribadah. Waktu ada perempuan pelacur yang sangat cantik, ia berkata :”Jika kalian menghendaki hai Bani Israil, saya akan menguji Juraij, tetapi ia tidak tergoda sedikitpun. Pada akhirnya, perempuan itu mendatangi seorang pengembala dan diajaknya kebiara Juraij untuk berbuat zina, pengembala itupun mau berzina sehingga perempuan itu hamil. Ketika melahirkan seorang bayi ia berkata : “Bayi ini adalah hasil persetubuhanku dengan Juraij.” Mendengar berita itu, orang-orang Bani Israil datang kepada Juraij dan memaksanya untuk turun dan merobohkan biara itu serta memukulinya. Juraij bertanya : “mengapa kalian berbuat seperti ini?” mereka menjawab : “Engkau telah berbuat zina dengan pelacur ini, sehingga melahirkan seorang bayi?” Juraij bertanya: “Di mana bayinya?” mereka membawa bayi itu dan Juraij berkata : “Tunggu sebentar saya akan salat dulu.” Ketika Juraij telah menyelesaikan salatnya, ia mendatangi bayi itu, sambil memijit perutnya, ia bertanya : “Hai Bayi, akuilah siapakah bapakmu ?” Bayi itu menjawab : “Bapakku seorang penggembala.” Mendengar jawaban itu, orang-orang Bani Israil, menciumi Juraij dan meminta maaf. Dan berkata.” Juraij menjawab : “Jangan, bangunlah, kembalikan biara dan tanah seperti semula.” Maka merekapun membangunkan biara untuk Juraij.
Bayi ketiga adalah seorang bayi yang sedang menetek, kemudian lewatlah seorang laki-laki yang berkendaraan bagus dan berwajah tampan, maka ibunya berdo`a : “Ya Allah, jadikan anak saya seperti orang itu.” Tiba-tiba bayi itu melepaskan tetekannya dan berpaling melihat orang itu.” Kemudian bayi itu berdoa: “Ya Allah, janganlah Engkau jadikan saya seperti orang itu. “Kemudian ia menetek lagi, saya masih teringat ketika Rasulullah SAW menceritakan cara meneteknya bayi itu sambil menghisap jari telunjuk beliau dalam mulut kemudian bersabda: “Kemudian ibu bersama bayinya berjalan lagi dan mendapatkan seorang budak perempuan sedang dipukuli orang banyak dan mereka berkata: “Kamu melakukan zina, kamu mencuri.” Tetapi budak itu hanya mengucapkan : “HASBIYALLA HU WANI`MAL WAKIIL.” Maka ibu bayi itu berdo`a : “Ya Allah, janganlah Engkau jadikan anak saya seperti budak perempuan itu.” Tiba-tiba bayi itu melepaskan teteknya dan melihat budak itu seraya berdo`a : “Ya Allah, jadikanlah saya seperti budak itu.” Setelah kejadian tersebut, terjadilah perbincangan antara ibu dan bayi itu. Ibunya berkata: “Tadi ada seorang laki-laki yang sangat bagus dan saya berdoa : “Ya Allah, jadikan anak saya seperti orang itu.”. Dan tatkala ada seorang budak perempuan dipukuli orang banyak dan dituduh : “Kamu melaukan zina, kamu mencuri.” Dan saya berdoa : “Ya Allah, janganlah Engkau jadikan anakku ini seperti budak perempuan itu.” Tetapi kamu malah berdoa :”Ya Allah, jadikanlah aku seperti budak itu.” Bayi itu menjawab : “ Sesungguhnya lelaki itu orang yang sombong, oleh karena itu saya berdoa: “Ya Allah, janganlah Engkau jadikan saya seperti orang itu.” Adapun budak yang dituduh melakukan zina, sebenarnya ia tidak berzina, dan ia dituduh mencuri, sebenarnya ia tidak mencuri. Oleh karena itu saya berdoa : “Ya Allah, jadkanlah saya seperti budak itu.” (H.R Bukhari dan Muslim)