Archive

Archive for the ‘Bab Bersungguh-sungguh Dalam Beramal’ Category

Bersungguh-sungguh Dalam Beramal

Oktober 30, 2010 Tinggalkan komentar

1. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman : “Siapa saja yang memusuhi kekasih-Ku maka Aku nyatakan perang terhadapnya. Sesuatu yang paling Aku sukai yang dikerjakan oleh hamba-Ku untuk mendekatkan diri adalah ia mengerjakan apa yang Aku wajibkan kepadanya, dan tidak henti-hentinya mendekatkan diri dengan amalan-amalan sunnah, sehingga Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya, maka Aku merupakan pendengaran yang ia gunakan, Aku merupakan penglihatan yang ia gunakan, Aku merupakan tangan yang ia gunakan untuk menyerang dan Aku merupakan kaki yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon kepada-Ku niscaya Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan kepada-Ku niscaya Aku melindunginya .” (HR.Bukhari)

2. Dari Anas ra., dari Nabi SAW, beliau menceritakan yang difirmankan oleh Tuhan Yang Mahamulia lagi Mahaagung : “Apabila seseorang mendekatkan diri kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat sehasta, apabila ia mendekatkan diri kepada-Ku sehasta, maka aku mendekat sedepa, dan apabila ia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku datang dengan berlari .” (HR.Bukhari)

3. Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Ada dua nikmat di mana manusia banyak tertipu karenanya, yaitu kesehatan dan kesempatan .” (HR.Bukhari)

4. Dari Aisyah ra., ia berkata : Sesungguhnya Nabi SAW selalu bangun untuk mengerjakan salat malam sampai kedua kakinya bengkak. Aisyah bertanya : “Wahai Rasulullah, mengapa engkau berbuat demikian, sedangkan Allah telah mengampuni semua dosamu, baik yang telah lampau maupun yang akan datang ?” Beliau menjawab : “Apakah tidak sepantasnya jika aku menjadi seorang hamba yang selalu bersyukur ?” (HR.Bukhari dan Muslim)

5. Dari Aisyah ra., ia berkata : Rasulullah SAW apabila memasuki pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan beliau senantiasa beribadah pada malam hari dan membangunkan keluarganya dan beliau bersungguh-sungguh serta mengikat erat tali pinggangnya .” (HR.Bukhari dan Muslim)

6. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai Allah daripada orang mukmin yang lemah. Masing-masing ada kebaikannya. Bersemangatlah untuk mengerjakan sesuatu yang bermanfaat bagi dirimu, serta mohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlah lemah ! Kalau tertimpa sesuatu, janganlah kamu mengucapkan : “Seandainya saya berbuat begini tentu akan terjadi begini dan begitu,” tetapi katakanlah : “Apa yang telah ditentukan Allah dan apa yang dikehendaki- Nya pasti akan terjadi .” Karena kata seandainya itu akan memberi jalan kepada setan .” (HR.Muslim)

7. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : “Neraka itu tertutup dengan berbagai macam kesenangan dan surga itu tertutup dengan berbagai macam ketidaksenangan .” (HR.Bukhari dan Muslim)

8. Dari Abu Abdullah Hudzaifah bin Yaman Al- Anshari ra., beliau dikenal sebagai spionase (mata-mata) Rasulullah SAW, ia berkata : “Suatu malam aku salat bersama-sama Nabi SAW sesudah membaca Al-Fatihah beliau membaca surat Al- Baqarah, di dalam hati saya berkata : “Mungkin beliau akan rukuk jika sudah mencapai seratus ayat .” Tetapi sesudah mendapat seratus ayat beliau tetap membacanya. Dalam hati saya berkata lagi, mungkin beliau akan membaca satu surat Al-Baqarah dalam satu raka’at, tetapi setelah selesai satu surat beliau membaca lagi surat An-Nisa’ dan beliau membacanya sampai selesai. Setelah itu beliau mulai lagi membaca surat Ali Imran sampai selesai. Beliau membacanya dengan tartil. Jika menemukan ayat yang mengandung tasbih maka beliau membaca tasbih. Jika menemukan ayat yang mengandung perintah agar memohon, maka beliau memohon. Dan jika beliau menemukan ayat yang menyuruh untuk berlindung diri, maka beliau berlindung diri. Sesudah itu beliau rukuk dan membaca : “SUBHAANA RABBIYAL ‘ADHIIM” (Maha Suci Tuhanku yang Maha Agung). Lamanya hampir sama dengan berdiri. Kemudian beliau bangkit dari rukuk mengucapkan : “SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH, RABBANA LAKAL HAMDU” (Allah mendengar orang yang memuji-Nya. Wahai Tuhan kami, hanya bagi-Mu lah segala puji), dan berdiri lama hampir sama dengan rukuk. Kemudian beliau sujud dan membaca : “SUBHAAN RABBIYAL A’LAA (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Luhur), lamanya hampir sama dengan berdiri .” (HR.Muslim)

9. Dari Ibnu Mas’ud ra. ia berkata : “Pada suatu malam, saya mengerjakan salat bersama Nabi SAW Beliau berdiri lama sekali, sehingga timbullah niat jelek saya.” Setelah selesai beliau bertanya : “Niat jelek apakah yang timbul di hatimu ?” Saya menjawab : “Saya berniat akan duduk dan akan meninggalkan salat .” (HR.Bukhari dan Muslim) 10. Dari Anas ra., dari Rasulullah SAW beliau bersabda : “Yang mengikuti mayat itu ada tiga, yaitu keluarga, harta benda, dan amal perbuatannya. Yang dua kembali dan yang satu tetap bersam anya, yaitu keluarga dan harta bendanya kembali dan amal perbuatannya tetap bersamanya .” (HR.Bukhari dan Muslim)

11. Dari Ibnu Mas’ud ra., ia berkata bahwa Nabi SAW bersabda : “Surga itu lebih dekat kepada salah seorang d i antara kalian dari sandal yang dipakainya, begitu juga neraka .” (HR.Bukhari)

12. Dari Abu Firas Rabi’ah bin Ka’ab Al-Aslamiy, ia termasuk pelayan Rasulullah SAW dan termasuk Ahli Shuffah, ia berkata : “Saya bermalam bersama Rasulullah SAW, kemudian saya menyediakan air untuk wudhu dan kepentingan beliau yang lain, kemudian beliau bersabda : “Mintalah sesuatu kepadaku !” “Saya berharap agar dapat menemani engkau di surga.” Beliau bertanya : “Apakah tidak ada permintaan yang lain ?” Saya menjawab : “Hanya itu saja wahai Rasulullah .” Beliau bersabda : “Bantulah saya untuk mengabulkan permintaanmu itu dengan memperbanyak sujud .” (HR.Muslim)

13. Dari Abu Abdullah ( Abu Abdurrahman Tsauban ) sahaya Rasulullah SAW, ia berkata : “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Hendaklah kamu memperbanyak sujud. Sesungguhnya jika kamu sujud satu kali saja sujud karena Allah, niscaya Allah mengangkat satu derajat dan Allah menghapus satu kesalahanmu .” (HR.Muslim)

14. Dari Abu Shafwan Abdullah bin Busrin Al-Aslamiy ra., ia berkata : “Rasulullah SAW bersabda : “Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya serta baik pula amal perbuatannya .” (HR.Turmudzi)

15. Dari Anas ra., ia berkata : Pamannya Anas bin An Nadhir ra., tidak mengikuti perang Badr, ia mengaku : “Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya tidak bisa mengikuti awal peperangan melawan orang-orang musyrik. Seandainya Allah menakdirkan saya untuk bisa mengikuti peperangan melawan orang-orang musyrik niscaya Allah benar-benar melihat apa yang saya perbuat.” Ketika perang Uhud kaum Muslimin banyak yang melarikan diri, dia berkata : “Ya Allah, saya mohon maaf kepada-Mu dari apa yang dilakukan oleh kawan- kawanku, di mana mereka banyak yang melarikan diri dan musyrik .” Kemudian dia maju dan menghampiri Sa’adz bin Mu’adz seraya berkata : “Wahai Sa’adz bin Mu’adz, demi Tuhannya Ka’bah, sesungguhnya saya mencium bau surga di dekat Uhud.” Sa’ad berkata : “Wahai Rasulullah saya tidak sanggup berbuat seperti apa yang diperbuatnya.” Anas berkata : “Setelah perang Uhud usai saya menemukan pada dirinya delapan puluh lebih luka pedang, satu tikaman tombak dan satu tusukan panah. Kami menemukannya sudah terbunuh dan dicincang oleh orang-orang musyrik sehingga tidak ada satupun orang yang mengenalinya kecuali saudara perempuannya dengan mengamati jari-jemarinya.” Kemudian Anas berkata lagi : “Kami meyakini bahwa ayat yang artinya : “Orang-orang yang menepati terhadap apa yang telah mereka janjikan kepada Allah, itu diturunkan berhubungan dengan peristiwa orang-orang mukmin seperti Anas bin Nadhir ini .” (HR.Muslim)

16. Dari Abu Mas’ud Uqbah bin ‘Amr Al-Anshariy Al-Badriy ra., ia berkata : “Tatkala ayat tentang sedekah diturunkan, kami membawa (memanggul) sedekah kami. Ada seseorang yang datang dengan membawa harta sebanyak-banyaknya untuk disedekahkan. Kemudian orang-orang munafik berkata : “Allah tidak membutuhkan jika hanya satu gantang .” Kemudian turunlah ayat : “Orang-orang munafik yaitu orang – orang yang mengejek orang-orang mukmin yang sukarela di dalam bersedekah dan orang-orang yang tidak mampu bersedekah kecuali dengan sekuat tenaganya .” (HR.Bukhari dan Muslim)

17. Dari Sa’id bin Abdul Aziz, dari Rabi’ah bin Yazid, dari Abu Idris Al-Khaulaniy, dari Abu Dzarr Jundub bin Junadah ra., dari Nabi SAW, beliau menceritakan apa yang difirmankan oleh Allah : “Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan menzalimi diri-Ku dan Aku juga mengharamkannya kepada kamu semua, maka semua saling menganiaya. Hai hamba-Ku kamu semua itu tersesat kecuali orang yang telah Aku beri petunjuk, maka mohonlah petunjuk kepada-Ku niscaya Aku berikan petunjuk kepadamu. Wahai hamba-Ku kalian itu lapar kecuali orang-orang yang Aku beri makan, maka mohonlah makan kepada-Ku, niscaya Aku akan memberi makan kepada kamu semua. Wahai hamba-Ku, kalian orang yang telanjang kecuali orang yang Aku beri pakaian, maka mohonlah pakaian kepada-Ku, niscaya Aku akan mem beri pakaian kepada kamu semua. Wahai hamba- Ku, kamu semua selalu berbuat dosa baik di malam maupun di siang hari, dan Aku adalah Dzat Yang Mengampuni semua dosa, maka mohonlah ampun kepada-Ku, niscaya Aku memberi ampunan kepadamu. Wahai hamba-Ku, kamu semua tidak akan dapat berbuat sesuatu yang dapat merugikan-Ku dan tidak pula berbuat sesuatu yang menguntungkan Aku. Wahai hamba-Ku, seandainya orang yang pertama dan terakhir dari kamu, m anusia dan jin mereka itu berhati takwa seperti paling takwanya seseorang di antaram u, itu tidak menambah kerajaan-Ku sedikitpun. Wahai hamba-Ku, seandainya orang pertama dan yang terakhir dari kamu, manusia dan jin, berhati jahat seperti sejahat-jahatnya seseorang di antara kamu, itu tidak akan mengurangi kerajaan-Ku barang sedikitpun juga. Wahai hamba-Ku, jika orang yang terdahulu dan orang yang terakhir di antaramu, manusia dan jin, mereka berada di bumi yang satu kemudian mereka minta kepada-Ku, maka Aku memenuhi permintaannya, hal yang demikian itu, tidaklah mengurangi sesuatu yang ada pada-Ku, sebagaimana sebatang jarum apabila dimasukkan ke laut. Wahai hamba- Ku, sesungguhnya itu semua adalah am al perbuatanmu. Aku mencatat semuanya, kemudian Kami membalasnya. Maka siapa saja yang mendapatkan kebaikan, hendaklah bersyukur kepada Allah, dan siapa saja yang mendapatkan selain daripada itu, maka janganlah ia menyalahkan kecuali dirinya sendiri .” (HR.Muslim)