Arsip

Archive for the ‘Bab Ajakan kepada yang benar dan yang sesat’ Category

Ajakan kepada yang benar dan yang sesat

Oktober 30, 2010 Tinggalkan komentar

1. Dari Ibnu Mas’ud ‘Uqbah bin ‘Amr Al-Anshariyah Al-Badriy ra., ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Siapa saja yang menunjukkan (mengajak) kepada kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti pahala orang yang mengerjakan kebaikan itu.” (HR Muslim)

2. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : “Siapa saja yang mengajak kepada kebenaran, maka ia memperoleh pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya tanpa dikurangi sedikitpun. Dan siapa saja yang mengajak kepada kesesatan, maka ia mendapat dosa seperti dosa orang yang mengerjakannya tanpa dikurangi sedikitpun.” (HR Muslim)

3. Dari Baul ‘Abas Sahl bin Sa’Ad As-Sa’idiy ra., ia berkata : Ketika perang Khaibar Rasulullah SAW bersabda : “Esok akan kuserahkan panji ini kepada seseorang. Allah akan memberikan kemenangan melalui tangannya. Ia mencintai Allah dan Rasul-Nya, Allah dan Rasul-Nya pun mencintainya.” Semalaman orang-orang ramai membicarakan, siapakah gerangan di antara mereka yang akan diserahi panji itu. Keesokan harinya Rasulullah SAW bersabda : “Di manakah Ali bin Abi Thalib ?” Seseorang menjawab : “Wahai Rasulullah, ia sedang sakit mata. “Beliau bersabda : Panggillah ia kemari.” Setelah dihadapannya, Rasulullah SAW meludahi kedua matanya dan mendoakannya. Lalu sembuhlah penyakit itu seakan-akan ia tidak pernh sakit mata, kemudian ia diberi panji. Ali ra. Bertanya : “Wahai Rasulullah, apakah saya harus memerangi mereka sampai bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah?” Beliau menjawab : “Laksanakanlah dengan tenang, sehingga kamu sampai di daerah mereka, lalu ajaklah masuk agama Islam dan beritahukanlah kepada mereka tentang hak Allah Ta’ala yang harus mereka laksanakan. Demi Allah, seandainya Allah memberi petunjuk disebabkan ajakanmu, itu lebih baik bagimu daripada memperoleh rampasan perang berupa ternak-ternak yang paling bagus.” (HR Bukhari dan Muslim)

4. Dari Anas ra., ia berkata : Seorang pemuda dari suku Aslam berkata : “Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya ingin ikut berperang, tetapi tidak mempunyai bekal. “Beliau bersabda : “Datanglah kepada si Fulan karena ia sudah mempersiapkan, tetapi ia sakit. “ Kemudian pemuda itu datang ke tempat si Fulan dan berkata : “Rasulullah mengucapkan salam untuk kamu, “ kemudian melanjutkan perkataannya : “Berikanlah perbekalan perangmu untukku.” Kemudian si Fulan tadi berkata : “Wahai istriku, berikanlah perbekalan yang telah aku siapkan dan jangan kamu simpan sedikitpun demi Allah, jangan kamu simpan sedikitpun bekal yang telah kupersiapkan, karena hal itu pasti akan membawa berkah bagi dirimu!” (HR Muslim)