Beranda > Bab Hemat Dalam Beribadah > Hemat Dalam Beribadah

Hemat Dalam Beribadah

Oktober 30, 2010

1. Dari Aisyah ra., ia berkata : Sesungguhnya Nabi SAW masuk ke rumah ‘Aisyah waktu itu ada seorang perempuan, dan beliau bertarnya : “Siapakah dia?” ‘Aisyah menjawab : “Ini adalah si Fulanah yang terkenal salatnya.” Nabi bersabda : “Wahai fulanah, beramallah sesuai kemampuanmu. Demi Allah, Dia tidak akan jemu untuk menerima amalmu, sehingga kamu sendirilah yang merasa jemu. Sesungguhnya amalan yang paling disukai Allah, yaitu yang dikerjakan secara terus- menerus.” (HR. Bukhari dan Muslim )

2. Dari Anas ra., ia berkata : “Tiga orang datang ke rumah isteri Nabi SAW, mempertanyakan tentang ibadah Nabi SAW Setelah diberitahu, mereka menganggap seakan-akan amal ibadah Nabi itu hanya sedikit dan mereka berkata : “Dimanakah tempat kami dibanding Nabi SAW, padahal beliau telah diampuni semua dosanya baik yang telah lalu maupun yang akan datang?” Salah seorang di antara mereka berkata : “Saya selamanya salat sepanjang malam.” Yang lain berkata : “Saya selamanya berpuasa.” Yang lain lagi berkata : “Saya akan menjauhkan diri dari perempuan dan tidak akan kawin selama-lamanya.” Kemudian Rasulullah SAW datang dan bersabda kepada mereka: “Kalian tadi yang berbicara begini dan begitu? Demi Allah, sesungguhnya aku adalah orang yang paling takut dan paling takwa kepada Allah di antara kalian, tetapi aku berpuasa dan berbuka, aku salat dan aku tidur malam, aku juga mengawini perempuan. (Itulah sunah- sunahku) siapa saja yang benci terhadap sunnahku; maka ia bukan termasuk golonganku.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Dari Ibnu Mas’ud ra., ia berkata : Nabi SAW bersabda : “Binasalah orang-orang yang keterlaluan dan berlebih- lebihan.” Beliau mengulanginya sebanyak tiga kali. (HR. Muslim)

4. Dari Abu Hurairah ra., dari Nabi SAW, beliau bersabda : “Sesungguhnya agama itu mudah, dan siapa saja yang mempersulitnya agama, maka ia akan kalah. Oleh karena itu sedang-sedanglah, dekatkan diri kalian (kepada Allah) dan bersuka hatilah kalian serta pergunakanlah waktu pagi, sore serta sedikit dari waktu malam (untuk mendekatkan diri)!” (HR. Bukhari)
Dalam riwayat lain dikatakan, Rasulullah SAW bersabda : “Sedang- sedanglah, dekatkanlah dirimu dan pergunakan waktu pagi dan serta sedikit dari waktu malam. Bersahajalah, niscaya kalian akan sampai tujuan.”

5. Dari Anas ra., ia berkata : Nabi SAW masuk ke dalam masjid dan menemukan tali yang terpasang memanjang antara dua tiang, beliau lantas bertanya : “Tali apakah ini?” Para sahabat menjawab: “Zainab yang memasangnya, dan dipergunakan tali ini digunakan sebagai pegangan bila terasa sampai dalam salatnya. “Nabi SAW bersabda : “Lepaskanlah tali itu, jika di antara kalian salat dalam keadaan segar, jika merasa capai, tidurlah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

6. Dari Aisyah ra., ia berkata : “Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : “Jika salah seorang di antara kalian mengantuk dalam salatnya hendaklah ia tidur, sehinggga hilang rasa kantuknya. Karena apabila seseorang di antara kalian salat sedangkan ia mengantuk, maka ia tidak akan tahu, mungkin ia bermaksud meminta ampun tetapi ia malahan mencela dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

7. Dari Abu Abdullah Jabir bin Sam urah As-SAWani ra., Ia berkata : “Sering kali saya salat bersam a Nabi SAW, tetapi di dalam salat dan khutbah beliau tidak terlalu lama dan tidak terlalu pendek.” (HR.Muslim)

8. Dari Ab u Juhaifah Wahab bin Abdullah ra., ia berkata : “Nabi SAW mempersaudarakan Salman dan Abu Darda’. Tatkala Salman berkunjung ke rumah Abu Darda’, ia mendapatkan Ummu Darda’ (isteri Abu Darda’) sedang mengenakan pakaian kerja, lantas Salman bertanya : “Mengapa kamu tidak berhias?” Ummu Darda’ menjawab : “Abu Darda’ sudah tidak lagi memperhatikan kepentingan duniawi.” Kemudian Abu Darda’ datang dan dihidangkanlah makanan, berkata kepada Salman : “Silakan makan, saya sedang berpuasa.” Salman menjawab : “Saya tidak akan makan sebelum engkau makan.” Maka Abu Darda’ pun makan. Di malam harinya Abu Darda’ bangun untuk mengerjakan salat malam, maka Salman berkata kepadanya : “Tidurlah,” maka Abu Darda’ pun tidur kembali. Ketika Abu Darda’ bangun guna mengerjakan salat malam, namun Salman berkata kepadanya : “Tidurlah!” Kemudian di akhir malam, Salman berkata : “Bangunlah! Kita salat bersama-sama.” Dan Salman berkata pula kepadanya : “Sesungguhnya bagi Tuhanmu ada hak, bagi dirimu ada hak, dan bagi keluargamu ada juga hak, maka penuhilah semuanya.” Kemudian Nabi SAW datang dan Salman menceritakan apa yang baru saja terjadi, maka beliau memutuskan: “Salman benar.” (HR. Bukhari)

9. Dari Abu Muhammad Abdullah bin Amr bin Ash ra., ia berkata: Nabi SAW diberitahu tentang ucapanku, yaitu: “Demi Allah, sungguh saya akan selalu berpuasa pada siang hari dan bangun sepanjang malam untuk mengerjakan salat selama saya hidup.” Kemudian Rasulullah SAW bertanya: “Kamukah yang mengucapkan ucapan seperti itu?” Kemudian saya menjawab: “Benar saya mengucapkannya.” Beliau bersabda: “Sesungguhnya kamu tidak akan sanggup untuk berbuat demikian, maka berpuasalah dan berbukalah, tidur dan bangunlah untuk salat, serta berpuasalah tiga hari setiap bulan karena pahalanya dilipatkan sepuluh kali. Jadi, jika setiap bulan kamu berpuasa tiga hari, maka itu seperti berpuasa sepanjang masa.” la berkata, “Sesungguhnya saya mampu untuk berpuasa melebihi tiga hari setiap bulan.” Beliau menjawab : “(Kalau begitu) berpuasalah satu hari dan berbukalah dua hari.” Itulah cara puasa Nabi Dawud as. dan itu adalah puasa yang paling utama.” Dalam riwayat lain, dikatakan : “Itu adalah puasa yang paling utama.” Saya berkata lagi : “Sesungguhnya saya mampu untuk puasa lebih dari itu.” Beliau bersabda : “Sungguh tidak ada puasa melebihi keutamaan puasa Nabi Dawud.” Kemudian Abu Muhammad berkata : “Seandainya saya dulu menerima anjuran Rasulullah SAW berupa puasa tiga hari setiap bulannya maka itu lebih saya sukai daripada keluarga dan harta benda.” Dalam riwayat lain dikatakan, Rasulullah SAW bersabda : “Saya mendengar bahwa kamu berpuasa sepanjang hari dan bangun sepanjang malam untuk salat malam?” Saya menjawab : “Benar, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda : “Janganlah berbuat demikian. Berpuasa dan berbukalah, tidur dan bangunlah untuk mengerjakan salat! karena sesungguhnya tubuhmu, kedua matamu, isterimu dan tamumu mem punyai hak. Cukuplah kamu berpuasa tiga hari setiap bulannya, karena setiap satu kebaikan itu diberi balasan sepuluh kali lipat. Dan jika kamu berpuasa tiga hari setiap bulannya berarti kamu seperti berpuasa sepanjang masa.” Maka saya memperberatnya sehingga aku diperberat. Saya bertanya: ‘”Wahai Rasulullah, saya merasa masih kuat, Nabi menjawab, “Berpuasalah seperti puasanya Nabi Dawud. Jangan lebih dari itu!” Saya bertanya : “Bagaimana puasanya Nabi Dawud?” Beliau menjawab : “Setengah masa.” Ketika Abdullah sudah tua ia berkata : “Aduh menyesal sekali, sekiranya dahulu saya menerima keringanan yang diberikan oleh Rasulullah SAW niscaya akan lebih baik bagiku.” Dalam riwayat lain dikatakan : “Saya mendengar bahwa kam u berpuasa sepanjang masa dan membaca Al-Quran sepanjang malam, benarkah demikian?” Saya menjawab : “Benar wahai Rasulullah, dan saya berbuat demikian tiada lain yang kuharapkan adalah kebaikan.” Beliau bersabda : “Berpuasalah sebagaimana puasa Nabi Dawud, karena dialah yang paling banyak ibadahnya di antara manusia. Dan hatamkanlah Al-Quran itu setiap bulan sekali.” Saya menyatakan : “Wahai Nabi Allah, saya kuat melebihi dari itu.” Beliau bersabda : “Hatamkantah Al-Qur’an itu setiap dua puluh hari sekali.” Ia berkata : “Wahai Nabi Allah, sesungguhnya saya mampu untuk berbuat lebih dari itu.” Beliau bersabda : “Hatamkanlah Al- Qur’an itu setiap sepuluh hari sekali.” la tetap berkata : “Wahai Nabi Allah, sesungguhnya saya mampu untuk berbuat lebih dari itu.” Beliau bersabda : “Hatamkanlah Al-Qur’an setiap seminggu sekali dan janganlah kamu berbuat Iebih dari itu.” Saya merasa sangat kuat dan minta diberi tambahan, kemudian Nabi SAW bersabda : “Sesungguhnya kamu tidak tahu, mungkin kamu dipanjangkan umurmu.” Abdullah berkata : “Maka benarlah apa yang disabdakan oleh Nabi SAW kepadaku. Ketika sudah tua, saya menyesal, kenapa dulu tidak mau menerima keringanan yang diberikan oleh Nabi Allah SAW” Dalam riwayat lain Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya anakmu mempunyai hak yang harus kau tunaikan.” Dalam riwayat lain dikatakan, Rasulullah SAW bersabda : “Tidak dikatakan puasa bagi orang yang berpuasa sepanjang masa.” Beliau mengulanginya tiga kali. Dalam riwayat lain Rasulullah SAW bersabda : “Puasa yang paling disukai Allah adalah puasanya Nabi Bawud, salat yang paling disukai oleh Allah Ta’ala cara salat Nabi Dawud di mana beliau tidur sampai tengah malam dan bangun pada sepertiganya kemudian tidur Iagi pada seperenam malam terakhir. Beliau berpuasa sehari serta berbuka sehari, dan tidak pernah lari ketika bertemu dengan musuh. Dalam riwayat lain dikatakan : “Abdullah berkata : “Ayahku telah mengawinkan aku dengan wanita bangSAWan, dan ayahku selalu mendatangi isteriku dan menanyakan keadaanku, kemudian isteriku menjawab : “Suamiku adalah sebaik-baik orang laki-laki, hanya saja tidak pernah tidur bersama dan juga tidak begitu memperhatikan keadaan isterinya sejak saya di sini.” Setelah hal itu berjalan lama, kemudian ayah memberitahukan kepada Nabi SAW, maka beliau bersabda : “Hadapkan dia padaku!” Saya lalu menghadap, dan beliau bertanya : “Bagaimanakah cara kamu berpuasa?” Saya menjawab : “Setiap hari.” Beliau bertanya : “Bagaimana kamu menghatamkan Al-Quran?” Saya menjawab: “Setiap malam.” Kemudian Abdullah melanjutkan hadisnya sebagaimana di atas. (Semua riwayat hadis ini terdapat dalam Sahih Bukhari dan Muslim)

10. Dari Abu Rib’i Handzalah bin Robi’ Al-Usayyidiy, salah seorang sekretaris Rasulullah SAW, ia berkata : Saya bertem u dengan Abu Bakar ra., kemudian ia bertanya : “Bagaimanakah keadaanmu, hai Handzalah?” Saya menjawab : “Handzalah kini telah munafik.” Abu Bakar mengaku : “SUBHAANALLAH, Apa yang kamu katakan?” Saya menjelaskan : “Kalau kami di hadapan Rasulullah SAW kemudian beliau menceritakan tentang surga dan neraka, maka seakan-akan kami melihat dengan mata kepala, tetapi bila kami pergi dari beliau dan bergaul dengan isteri dan anak-anak serta mengurusi berbagai urusan maka kami sering lupa.” Abu Bakar berkata : “Demi Allah, kami juga begitu.” Kemudian saya dan Abu Bakar pergi menghadap Rasulullah SAW lalu saya berkata : “Wahai Rasululah, Handzalah telah munafik.” Rasulullah SAW bertanya : “Mengapakah demikian?” Saya berkata : “Wahai Rasulullah, apabila kami berada di hadapanmu kemudian engkau menceritakan tentang neraka dan surga, maka seolah-olah kami melihat dengan mata kepala, namun bila kami keluar dan bergaul bersama isteri dan anak-anak serta mengurusi berbagai macam persoalan, maka kami sering lupa.” Rasulullah SAW bersabda : “Demi Zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, seandainya kamu tetap sebagaimana keadaanmu di hadapanku dan mengingat-ingatnya niscaya para maiaikat akan menjabat tanganmu di tempat tidurmu dan di jalan. Tetapi, hai Handzalah sesaat dan sesaat.” Beliau mengulanginya sampai tiga kali.” (HR. Muslim)

11. Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata : Tatkala Nabi SAW berkhutbah tiba-tiba ada seorang lelaki berdiri, kemudian beliau menanyakannya. Para sahabat menjawab : “Dia adalah Abu Israil, ia bernazar akan berdiri pada waktu panas, tidak akan duduk, dan tidak akan berteduh juga tidak akan berbicara sedangkan dia sedang berpuasa.” Kemudian Nabi SAW bersabda: “Perintahkanlah dia supaya berbicara, berteduh, duduk, dan perintahkanlah dia supaya menyempurnakan puasanya!” (HR. Muslim)

Iklan
%d blogger menyukai ini: